Selasa, 01 Desember 2009

Sebab Utama Kegagalan

Napoleon Hill dalam bukunya Think and Grow Rich menyebutkan setidaknya ada 31 sebab kegagalan yang kerap dilakukan para “pencari kekayaan”. Kegagalan inilah yang seharusnya diantisipasi dan ditanggulangi oleh mereka.

Simak penyebab kegagalan tersebut menurut Hill.

1. Latar belakang atau faktor keturunan yang kurang menguntungkan. Tidak semua orang terlahir dengan kecerdasan dan kesempurnaan fisik yang sama.

2. Kurang mempunyai tujuan hidup yang jelas.
Seseorang yang tidak memiliki target, cita-cita atau tujuan hidup yang jelas merupakan ciri orang yang gagal.

Menetapkan tujuan secara tegas membuat kita mampu untuk menggiring hidup tetap dijalan yang baik dan memastikan diri tergerak untuk lebih maju dan lebih kaya.

3. Tidak memiliki keinginan untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih tinggi dari taraf sebelumnya.
Seseorang yang bersikap masa bodoh pada kehidupannya, dapat dipastikan tak akan menjadi lebih baik bila tidak berubah dan menyadari pentingya peduli terhadap diri.

4. Tidak memiliki pendidikan yang cukup.
Pendidikan tak harus melulu diperoleh dari bangku sekolah. Banyak contoh sukses orang-orang yang berhasil menapaki sebuah bisnis dengan otodidak.

Berbekal kemauan untuk terus belajar, orang-orang non akademik tersebut, terkadang malah jauh lebih mahir ketimbang mereka yang bergelar akademis.

Mereka termasuk tipe “orang lapangan “ yang tak hanya terkurung pada teori tetapi belajar dari pengalaman dan praktek nyata yang telah mereka lakukan.

5. Kurang disiplin pada diri sendiri.
Mendisiplinkan orang lain pastinya jauh lebih mudah ketimbang kita harus memaksakan diri sendiri untuk disiplin.

Memegang kendali sepenuhnya atas penguasaan emosi sendiri menjadi kunci untuk berhasil. Bila kita tidak mempu menjadi self emotional controller, jangan harap kita mampu menguasai keadaan apalagi persaingan bisnis.

6. Kondisi badan yang tidak fit.
Tak ada seorang pun yang mampu menapaki kesuksesan bila tidak didukung dengan kondisi tubuh yang prima.

Beberapa kebiasaan sehari-hari, seperti pola makan berlebihan, tidur tidak teratur, over negative thinking, kurang latihan fisik atau nafsu seks yang berlebihan, bisa menjadi pemicu ketidaksehatan tubuh.

7. Pengaruh trauma masa kecil.
Sebagian orang mungkin mengalami nasib yang kurang beruntung saat melalui masa anak-anak mereka.

Kekerasan yang terjadi atau trauma-trauma masa lalu dalam lingkungan hidup mereka ternyata bisa mempengaruhi emosi secara keseluruhan.

Hal ini berimbas pada ketidakmampuan mereka untuk mengendalikan emosi yang akhirnya dapat menyebabkan kegagalan.
8. Menunda sesuatu dengan alasan menunggu waktu yang tepat.
Banyak orang terpaku pada saat yang tepat untuk melakukan sesuatu. Mereka menanti waktu-waktu tertentu yang dianggap baik untuk mencapai sukses.

Padahal, saat mereka menunda-nunda hal tersebut, berbagai kesempatan baik justru terlewat oleh mereka. Karena itu, dari pada menundanya, lebih baik lakukan saja. Di tengah jalan saat anda berusaha meraih kejayaan, anda akan menemukan apa-apa yang menjadi kebutuhan anda untuk maju.

Akhirnya, saat yang baik akan menghampiri anda tanpa harus buang-buang waktu menunggunya datang dengan tidak melakukan apa-apa.

9. Kurang memilki daya tahan dan ketabahan.
Tak banyak orang yang mampu bertahan menghadapi krisis. Seseorang seringkali terlihat hebat saat baru memulai usahanya.

Namun ditengah jalan, ketika dia mulai menghadapi kesulitan, dia menyerah. Belum lagi mereka yang tidak tahan mendengar berbagai opini negatif dan sindiran kerabat atau sahabat yang makin mematahkan semangat.

Padahal, dengan sedikit ketabahan dan daya tahan kuat yang lebih, dia bisa mempertahankan usahanya tersebut.

10. Memiliki kepribadian negatif.
Menjalin sebuah bisnis sejatinya bertumpu pada kemampuan untuk menjalin sebuah hubungan (networking) kepada pihak lain.

Seseorang yang berkepribadian negatif tentunya sulit atau bahkan tak akan mampu mempertahankan jalinan tersebut.

Tak ada harapan bisa mencapai sukses bagi mereka yang berkepribadian negatif.

11. Tidak mampu mengendalikan nafsu seksual.
Hasrat seksual merupakan dorongan yang paling berpengaruh dalam diri seseorang.

Karena itu, seseorang harus mampu mengendalikannya agar memperoleh penyaluran yang tepat dan layak dengan kegiatan yang bermanfaat.

12. Memperoleh kekayaan dengan jalan pintas.
Siapa pun tahu bahwa memperoleh kesuksesan bukan seseuatu hal yang dapat diraih dengan sekejap mata. Kekayaan sejatinya diperoleh dari hasil kerja keras tahunan.

Tetapi tetap saja, masih banyak orang yang lebih fokus kepada hasil dan bukan prosesnya. Mereka rela berspekulasi (judi) dengan mempertaruhkan uang dalam jumlah besar untuk mengharapkan hasil yang besar pula dalam waktu singkat.

Hasilnya, banyak dari orang-orang tersebut yang justru harus menelan pil pahit karena kerugian dan ambisi berlebihan mereka sendiri.

13. Kurang memiliki kepemimpinan yang tegas dalam mengambil keputusan.
Orang yang sukses adalah dia yang mengambil keputusan secara tepat dan cepat. Kurang tegas dan lamban dalam memutuskan suatu perkara merupakan “pasangan kembar” penyebab kegagalan.

Ketika dia tidak tegas dalam memutuskan sesuatu disitu terjadi penundaan tindakan dalam menuntaskan permasalahan.

14. Memiliki ketakutan yang berlebihan.
Kegagalan seseorang yang disebabkan oleh rasa takut terhadap hal-hal seperti kemiskinan, putus cinta, dikritik, jatuh sakit, hari tua, maut dan sebagainya.

15. Pasangan hidup yang keliru.
Suami atau istri merupakan faktor penting dalam membangun karir dan menjadi sukses.

Percaya atau tidak, seseorang yang sukses biasanya memiliki pasangan yang mampu mendukung setiap jengkal usahanya.
16. Terlalu bersikap hati-hati.
Keputusan yang serba tergesa-gesa pastinya tak akan membawa anda ke level yang lebih baik dalam menjalankan bisnis.

Begitu pula sebaliknya, bila anda terlampau berhati-hati, bisa jadi kesempatan baik yang seharusnya bisa anda raih menjadi terlewat begitu saja.

17. Memilih rekan kerja yang keliru.
Sama seperti pasangan hidup, rekan kerja adalah orang yang akan sering anda temui sepanjang perjalanan usaha anda.

Karena itu pastikan anda memilih rekan kerja yang mempunyai visi dan misi yang sama dalam berusaha. Seseorang yang cerdas dan berkepribadian baik, gigih dan mampu berpartner bersama anda.

18. Terlalu percaya tahayul dan berprasangka buruk.
Prasangka dan tahayul ini kerap muncul karena rasa takut yang berlebihan. Karena itu, jadilah seseorang yang berpikiran luas dan tidak takut menghadapi tantangan hidup.

19. Keliru memilih jabatan atau lowongan kerja.
Ini adalah hal yang paling sering dialami banyak orang yang meniti karir. Menduduki sebuah jabatan atau menjalani karir selama bertahun-tahun, namun tidak menemukan kesempatan lebih untuk mengembangkan diri dan menjadi lebih maju.

Pilihan karir pada awalnya juga menjadi penting. Jangan asal bekerja dan malah merasa “stuck” ditengah karir. Tetapi pilihlah jalur yang anda senangi dan anda yakin bisa mencurahkan perhatian atas pekerjaan tersebut.

20. Tidak fokus pada suatu usaha.
Mungkin anda tergolong pribadi yang multitalented. Tak ada hal yang tidak bisa anda lakukan. Hal itu baik pada satu sisi, namun berdampak buruk di sisi yang lain.

Dalam bisinis sebaiknya hindari mengembangkan banyak usaha, bila anda baru saja akan merintisnya. Pikiran anda pastinya akan terbagi. Karena itu, lebih baik pusatkan pikiran anda pada salah satu jenis usaha saja.

21. Kebiasaan menghambur-hamburkan uang.
Seseorang yang gemar menghabiskan banyak uang untuk hal-hal yang tidak jelas pastinya bukan merupakan seseorang yang sukses.

Mereka yang sukses adalah yang mampu mengatur pengeluarannya dan selektif dalam membeli. Mereka juga pastinya orang yang memikirkan masa depan. Lebih memilih menabung dan berinvestasi.

22. Kurang antusias dan tidak semangat berjuang.
Pada dasarnya, semangat merupakan material yang mudah menular. Karena itu, seseorang yang memiliki semangat juang akan lebih mudah bergaul dan berbaur dalam suatu komunitas agar dapat melebarkan jaringan.
23. Tidak mau bertoleransi.
Seseorang yang berfikiran picik dalam bisnisnya, jarang akan memperoleh kesuksesan secara permanen.

Orang yang menganggap ras, suku, agama sebagai perbedaan mendasar untuk mejalankan usaha, sudah pasti tidak akan berkembang.

24. Tidak bisa mengendalikan nafsu.
Nafsu bukan hanya terbatas pada pemuasan hasrat seks semata. Ambisi yang berlebihan, keinginan untuk memonopoli sesuatu, mencelakai orang lain, perasaan iri dan dengki,bila tak terkontrol, bisa jadi jurang menuju kegagalan.

25. Tidak sanggup menjalin kerjasama dengan pihak lain.
Banyak orang kehilangan pekerjaan atau kesempatan hanya karena tidak bisa menjalin kerjasama yang baik dengan pihak lain.

Sikap ini harus dihindari terutama oleh para pemimpin, pedagang bila ingin meraih sukses.

26. Mempertahankan nepotisme.
Memperoleh kekuasaan hanya dengan mengandalkan kekayaan orang tua atau kerabat, tidak akan bertahan lama. Tanpa usaha sendiri, tak ada keberhasilan yang mudah diraih.

27. Tidak jujur yang disengaja.
Kejujuran sangat penting dalam membangun bisnis dan karir. Seseorang bisa saja terdesak untuk mengucapkan sebuah kebohongan.

Namun kebohongan yang disengaja untuk meraih sukses seketika, pastinya bukan tipikal orang sukses.

28. Terlalu membanggakan diri.
Menyanjung diri sendiri didepan orang lain, merupakan jurus ampuh untuk membuat mereka menjauh dan pergi dari anda.

Apalagi bila memuji diri sendiri untuk hasil yang diperjuangkan oleh orang lain. Sudah pasti pintu sukses anda akan tertutup.

29. Berspekulasi.
Lebih suka menebak-nebak dari pada berpikir. Kebanyak mereka yang gagal, adalah mereka yang malas berpikir, mengumpulkan data dan menganalis bisnis.

30. Tak cukup modal.
Tak dapat dipungkiri bahwa modal merupakan jantung dari sebuah usaha. Namun penyebab kegagalan karena kurangnya modal jauh lebih sedikit ketimbang karena sebab-sebab di atas.

31. Faktor X.
Poin ini dikhususkan untuk penyebab yang belum tercantum di 30 sebab yang lain. Karena bagaimana pun faktor keberuntungan, nasib dan hal-hal yang bersifat tidak kasat mata itu, terkadang menjadi sebab kegagalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar