Jangan sampai meeting anda berantakan. Jadi, mulailah mempersiapkannya. Hal yang harus anda lakukan:
1. Perjelas tujuan meeting.
Anda harus tahu apa yang akan dibahas atau dicapai dalam rapat.
2. Sediakan agenda.
Tulis judul atau hal yang akan dibahas dalam meeting di atas agenda. Tambahkan informasi seperti topik diskusi, nama-nama peserta, lokasi, tanggal dan waktu, dan daftar setiap materi.
3. Tepat waktu.
Pastikan meeting dimulai dan diakhiri tepat waktu. Karena itu umumkan pada peserta rapat untuk datang pada waktunya. Membangun reputasi sebagai seseorang yang memulai sesuatu sesuai jadwal,orang-orang akan menghargai Anda untuk itu.
4. Notulensi.
Tempatkan seseorang untuk mencatat semua hasil, strategi dan hal-hal penting yang berlangsung selama meeting. Print segera dan distribusikan kepada semua peserta.
5. Evaluasi.
Luangkan waktu di akhir acara untuk mengevaluasi pertemuan tersebut. Apakah Anda mencapai tujuan seperti target awal? Sekaligus, bagaimana Anda bisa meningkatkan pertemuan mendatang tentang topik itu.
Sabtu, 21 November 2009
Lima Langkah Mudah Persiapkan Meeting
Selasa, 17 November 2009
Menghargai Diri dan Pekerjaan
Pekerjaan merupakan sebuah identitas yang berpengaruh terhadap status sosial dan hubungan kepada masyarakat. Bukan cuma tentang bagaimana menghasilkan uang jutaan dengan cara yang mudah. Tetapi bagaimana Anda menghargai diri sendiri dan apa yang dikerjakan.
Siapa pun tak akan bisa memberikan yang terbaik bila tidak respek terhadap pekerjan yang dikerjakan. Katakanlah pekerjaan Anda telemarketing. Anda menghubungi seseorang yang tidak anda kenal dan memintanya untuk membeli barang-barang atau jasa yang belum mereka perlu atau bahkan tidak pernah mereka pertimbangkan untuk membelinya.
Anda merupakan salah satu dari jutaan orang di seluruh dunia yang bekerja dalam bidang ini. Sebisa mungkin anda akan membantu perusahaan agar lebih menguntungkan. Namun, suatu saat Anda pergi ke sebuah pesta yang diadakan seorang kawan anda. Tak jarang mereka “menyingkir” melihat kedatangan anda. Bukan karena kondisi fisik anda, tetapi karena mereka tahu anda adalah seorang telemarketing yang pastinya dituntut untuk menjual produk sebanyak-banyaknya. Mereka cenderung enggan mendengar anda berpromosi mengenai produk kantor anda. Padahal saat itu anda bukan sedang bekerja dan bahkan tak berpikir untuk berpromosi.
Bagaimana Anda bisa menjaga harga diri dan tetap tampil percaya diri bila mendapat perlakuan seperti itu? Memang sulit, namun bukan sesuatu hal yang tak bisa dilakukan. Ingatlah beberapa hal berikut, semua pekerjaan, asal halal, patut dihormati. Status sosial yang anda berikan pada pekerjaan merupakan hal yang tidak benar. Sedangkan, orang-orang yang mengkritik pekerjaan orang lain adalah orang yang kasar dan bodoh.
Ingat juga penghargaan terbesar didapat oleh mereka yang melakukan apa yang orang lain tidak bisa lakukan dengan baik, atau tidak bisa melakukannya. Pekerjaan adalah apa yang Anda lakukan, bukan siapa Anda.
Ingatlah selalu hal-hal tersebut dalam benak anda, tak usah repot-repot memikirkan bila ada orang yang berusaha membuat anda malu. Hargai diri anda dan hargai apa yang anda lakukan.
Senin, 16 November 2009
Menganalisa Potensi Diri
Menganalisa potensi diri penting dilakukan agar setidaknya anda mengetahui apa saja kendala yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya. Dengan demikian anda dapat mengurangi kesempatan untuk melakukan kesalahan yang sama.
Seseorang pastinya ingin selalu mengalami kemajuan dalam hidupnya. Nah, dengan menganalisa diri anda dapat menemukan apakah anda sudah berhasil mencapai sesuatu itu atau belum. Ada beberapa pertanyaan yang mungkin bisa anda pergunakan untuk menganalisa diri.
1. Sudahkah anda mencapai tujuan yang yang telah anda targetkan sebelumnya? Biasanya setiap tahun baru, kita sering beresolusi, nah, sudahkan resolusi itu tercapai.
2. Sudahkah anda memberikan pelayanan yang terbaik atau perlukah anda bekerja lebih keras lagi?
3. Apakah semangat perilaku anda sudah cukup harmonis untuk menunjukan semangat kerja anda?
4. Apakah anda masih melakukan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan? Jika masih, sampai seberapa jauhkah kebiasaan tersebut berakibat pada kemajuan rencana anda?
5. Sudahkah anda memajukan sifat dan kepribadian anda? Jika sudah, bagaimanakah cara yang ditempuh?
6. Apakah anda konsekuen dalam mencapai sasaran dalam setiap rancangan kerja anda?
7. Apakah anda telah mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam setiap pekerjaan anda?
8. Apakah anda bersikap kurang hati-hati atau terlalu berhati-hati dalam bertindak?
9. Apakah hubungan anda dengan rekan kerja, klien atau pun atasan sudah berjalan dengan baik dan menyenangkan? Bila tidak, apakah hal tersebut sepenuhnya atau sebagiannya karena kesalahan anda?
10. Apakah anda merasa membuang-buang waktu dan tenaga secara percuma karena tidak fokus pada pekerjaan?
Masih banyak lagi pertanyaan yang bisa anda gunakan untuk menggali dan menganalisa diri anda. Setelah itu anda akan dapat menemukan apa saja yang menjadi kekurangan dan harus anda perbaiki serta apa saja yang menjadi kelebihan dan harus anda pertahankan dalam mencapai target, sasaran, tujuan dan cita-cita anda.
Minggu, 08 November 2009
Pakaian yang sesuai untuk interview
Hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah mencari tahu perusahaan tersebut bergerak di bidang apa, lalu sesuaikanlah dengan pakaian yang akan anda kenakan.
Pakaian yang paling aman dipakai saat interview adalah kemeja lengan panjang dengan motif bergaris yang dipadukan dengan rok atau celana hitam. Bila memungkinkan, bisa juga dipadankan dengan blazer, untuk menambah kesan serius dan mature. Sedangkan untuk sepatu dan tas, sebisa mungkin pergunakanlah yang berwarna hitam juga. Disamping menguatkan kesan rapi, resmi juga menambah aksen professional.
Jika perusahaan yang memanggil anda tersebut bergerak di bidang yang lebih fleksibel, seperti Koran atau majalah, biasanya tidak menuntut performance yang terlalu serius dengan warna yang gelap-gelap. Anda lebih mudah untuk bereksperimen dan merubah gaya dandanan baik dari segi warna atau model pakaian. Namun satu hal pasti yang tetap harus ditekankan adalah kerapihan.
Kedua, pastikan baju yang akan dikenakan nanti bebas dari segala macam kecacatan seperti bolong, bernoda atau berkerut. Usahakan selama proses perekrutan dan interview berlangsung, pakaian anda tetap rapi dan tidak kusut. Selain itu, pilihlah busana yang menyerap keringat sehingga dapat menyamarkan basah yang mungkin ditimbulkan keringat. Terkadang rasa grogi membuat keringat mengalir lebih deras meskipun berada dalam ruangan ber-AC.
Bila anda sudah merasa nyaman dengan pakaian yang dikenakan, maka rasa percaya diri akan bertambah dan membuat aura yang lebih positif.
Wanita Karir Jauh Lebih Sehat?
Jika selama ini ada anggapan yang menyebutkan wanita karir susah membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga ada baiknya mulai berpikir lagi
Ilmuwan di Inggris menyebutkan berkutat dengan karir, menjadi istri sekaligus ibu akan membuat wanita tetap sehat.
Dalam sebuah penelitian terhadap wanita Inggris yang lahir pada 1946, ilmuwan menemukan mereka yang memiliki sejumlah peran, seperti sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga, atau menjadi single parent sambil bekerja cenderung memiliki kondisi kesehatan yang jauh lebih baik dibanding mereka yang melulu hanya sebagai ibu rumah tangga.
Wanita yang memiliki satu peran saja dalam kehidupannya misalnya hanya menjadi ibu rumah tangga atau wanita berkerja yang tetap melajang umumnya mengalami penurunan kondisi kesehatan yang cukup nyata setelah mencapai usia paruh baya.
"Dalam laporan tersebut tertulis wanita yang memiliki dua atau lebih peran dalam kurun waktu yang cukup lama memiliki kondisi kesehatannya tetap baik pada saat ia mencapai usia 54 tahun," kata Dr Anne McMunn dari University College, London.
"Wanita karir cenderung memiliki kondisi kesehatan yang umumnya baik karena mereka mengkombinasikan karir dan keluarga dalam menjalani kehidupan," tambah McMunn.
McMunn dan tim menganalisa laporan kesehatan dari 2000 wanita dalam kisaran usia 26 hingga 54 tahun serta kaitan dengan berat badan. Selain juga melibatkan informasi mengenai status pernikahan, masa kerja serta jumlah anak-anak yang mereka miliki, yang semuanya dimuat dalam jurnal Epidemiology dan Community Health.
Para peneliti menemukan wanita yang hanya melakukan peran sebagai ibu rumah tangga sebagian besar dari hidupnya memiliki kondisi kesehatan yang jauh dari standar sehat, diikuti oleh ibu yang hanya berperan sebagai orang tua tunggal dan yang terakhir adalah mereka yang tidak memiliki anak atau tetap melajang.
Ibu rumah tangga cenderung memiliki kelebihan berat badan lebih cepat dengan tingkat obesitas rata-rata yang paling tinggi sekitar 38 persen, sementara wanita yang berperan sebagai istri, ibu dan berkarir sedikit sekali yang mengalami kelebihan berat badan.
McMunn mengatakan sebenarnya telah diketahui cukup lama bahwa wanita yang menggabungkan beberapa peran dalam hidupnya yaitu karir dan bekeluarga memiliki kondisi kesehatan yang baik. Namun masih belum jelas apakah mereka bekerja dan bekeluarga karena sehat atau mereka sehat karena menggabungkan peran sebagai istri, ibu dan sekaligus berkarir. Dan studi ini adalah yang pertama dan masih akan terus berlanjut untuk mengetahui yang mana lebih berperan.
"Bisa jadi ada keuntungan atau manfaat besar yang diberikan bagi kesehatan untuk jangka waktu panjang dengan kemampuan berperan di berbagai bidang dalam kehidupan bermasyarakat," jelas McMunn. (msnbc/rit)
Mengatasi Rasa Iri Pada Rekan Kerja
Banyak perasaan-perasaan negatif yang dapat mengganggu kita di kantor. Tapi yang paling umum terjadi dan kerap harus dihadapi adalah perasaan iri hati. Kebanyakan para profesional mempunyai perasaan iri dan juga merasakan orang lain iri terhadapnya. Di bawah ini ada beberapa tips untuk menghadapi rasa iri teman sekantor terhadap anda.
1. Pusatkan perhatian sebagai anggota tim
Seringkali kita bekerja keras untuk mendapatkan promosi, tugas khusus, atau pujian dari atasan yang membuat kita sampai lupa pada sekeliling. Namun, jangan lupa untuk lebih memperhatikan teman sekerja. Misalnya, pada waktu rapat tim kerja, gunakan kata-kata, "kami" bukan "saya", buat daftar nama-nama teman sekerja untuk melakukan proyek besar.
2. Beritahu atasan
Tidak ada peraturan yang menyebutkan bahwa Anda harus mengerjakan semua tugas sendirian. Bila Anda merasa tidak nyaman karena sikap iri hati dari teman sekantor, bicarakan dengan atasan. Tak perlu dengan sikap mengadu apalagi memperbesar masalah, cukup ceritakan apa adanya.
3. Hindari gosip
Teman sekerja yang iri biasanya hanya mencetuskan dan menggosipkan pegawai yang membuat mereka terancam. Apa pun yang Anda lakukan, jangan tergoda untuk terbawa arus negatif. Bila mendengar gosip miring mengenai Anda atau rekan lainnya, hindari saja. Bila tidak, teman-teman sekantor akan memerhatikan dan menyadari bahwa bila ada gosip, pasti datangnya dari orang yang sama. Yang lebih parah bila orang tersebut adalah Anda.
4. Catat situasi membahayakan
Beberapa teman yang jahat mencoba melakukan sabotase terhadap salah satu teman yang sukses. Bila Anda yang dicemburui, perhatikan diri Anda. Catat hal-hal yang membahayakan yang diucapkan mengenai diri Anda dan pastikan Anda punya bukti untuk menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Mudah-mudahan atasan Anda cukup bijak dan pandai untuk menyadari gosip tersebut tidak benar pada waktu dia mendengarnya. Bila tidak, Anda akan berada dalam bahaya.
5. Pertahankan sikap profesional
Bila perasaan iri menyakiti hati Anda, yang paling baik dilakukan adalah menghadapinya secara profesional dan tetap melakukan pekerjaan Anda sebaik-baiknya. Hal ini berarti mencoba untuk tidak memberi komentar yang kasar dan tidak melakukan pembalasan. Bila teman sekantor iri dengan sukses yang Anda raih, tunjukkan kepada mereka mengapa Anda bisa sukses. Berikan contoh bahwa profesionalisme di kantor adalah cara nyata untuk mencapai sukses.
Tips Memotivasi Rekan Kerja
Apabila anda bekerja sebagai staf publik relation, employee relation atau bagian personalia, tak ada salahnya membangkitkan motivasi kerja rekan-rekan lain yang sudah mulai "loyo". Tujuh cara dibawah ini mungkin bisa mulai anda terapkan di kantor untuk memperbaharui semangat rekan-rekan kantor lainnya.
Pertama, selalu berikan dukungan secara konsisten kepada para rekan-rekan anda. Selain dukungan kata-kata yang dapat membangkitkan semangat, yang paling penting, jangan hanya melakukan hal ini sesekali saja. Coba ucapkan kata-kata penuh dukungan setiap kali ada salah satu rekan yang berhasil mencapai prestasi yang bisa dibanggakan.
Kedua, terapkan disiplin dan pemberian hukuman yang efektif, seimbang dan bersifat fair. Kalau saat berprestasi mendapatkan hadiah. Jangan heran jika saat melakukan kesalahan anda mendapat hukuman
Ketiga, perlakukan karyawan dengan fair. Jangan sampai ada karyawan yang mendapat perlakuan yang bisa menyebabkan ia dipersepsikan sebagai anak emas diantara sekian banyak orang yang bekerja di tempat yang sama. Perlakuan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain justru akan menciptakan suasana tak menyenangkan di lingkungan kantor.
Keempat, kenali dan penuhi kebutuhan semua karyawan. Tentunya semua karyawan memiliki kebutuhan dan kemampuan spesifik yang berbeda-beda. Kalau bisa dikenali jenis-jenisnya, tentu perlakuan adil bisa diterapkan.
Kelima, tetapkan sasaran kerja yang realistis dan operasional. Sasaran yang terlalu muluk justru membuat patah semangat, bahkan sebelum memulainya.
Keenam, ciptakan pekerjaan yang senantiasa terstruktur. Meskipun struktur dan birokrasi terkesan menyulitkan dan membosankan, namun dengan cara ini pembagian kerja akan lebih merata. Terakhir, terapkan standar dan berikan penghargaan berdasarkan prestasi kerja.
Bekerja Sesuai Hobi
Tak jarang seseorang yang bertitel dokter malah berkarya di bidang entertainment, hanya karena terbiasa menyanyi sejak kecil. Ada juga mereka yang memiliki latar belakang akademis tinggi (S2 atau S3) malah banting stir jadi pengusaha tahu. Apakah yang sebenarnya terjadi?
Tak dapat dipungkiri bahwa setiap orang mendambakan pekerjaan yang dianggap ideal. Baik dari segi jabatan atau pun financial. Namun selain semakin sempitnya lowongan kerja saat ini, persaingan dunia kerja pun tidak bisa dipungkiri lagi sangat ketat sekali. Informasi mengenai lowongan kerja yang luas juga jadi faktor penting mengenai bagaimana Anda akan memperoleh kesempatan pertama untuk kerja.
Keahlian Anda dibidang kesehatan, keuangan, komputer, dan bahasa inggris sangat amat diperlukan. Mungkin jika Anda punya skill yang cukup, mengapa tidak buka usaha sendiri atau wiraswasta? Atau mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan hobi?
Banyak pegawai atau karyawan mengeluh, bosan, capek, malas untuk bekerja. Semua itu terjadi karena pekerjaan yang mereka tekuni selama ini belum sesuai dengan hobinya (hatinya). Sehingga timbullah keinginan untuk bebas dari rutinitas yang monoton tersebut. Karena itu saat ini banyak orang yang menjalankan pekerjaan sesuai dengan hobi. Bila Anda termasuk orang yang mudah bosan, tipe pekerjaan seperti ini sangatlah cocok. Siapa pun tahu, ketika mengerjakan sesuatu yang disukai maka pekerjaan tersebut tak akan terasa seperti beban berat yang harus Anda pikul setiap harinya.
Namun yang lebih dahulu harus dilakukan adalah menemukan ketertarikan dan kecenderungan terbesar dari beragam aktivitas yang Anda nikmati. Lingkungan kerja yang Anda sukai, teknologi yang Anda suka, orang-orang yang Anda harapkan untuk berada disekitar Anda. Menemukan hal yang benar-benar Anda sukai, bukan perkara mudah tetapi juga tidak sulit. Salah satu hambatannya adalah ketika Anda terlalu meremehkan hobi sendiri. Apa yang seharusnya bisa jadi bisnis dan profesi, karena sudah menjadi hal sehari-hari yang biasa, sehingga tidak dianggap serius dan non produktif di awal. Karena itu, cobalah lebih peka dalam mengeksplor minat dan keinginan sendiri.
Tak ada salahnya menjadikan hobi Anda sebagai sumber penghasilan, baik utama atau pun tambahan. Faktanya, banyak kisah sukses mengenai mereka yang bekerja sesuai dengan hobi masing-masing.